Ayat hari ini

Sabtu, 14 November 2009

Kiamat 2012 benarkah?


TEMPO Interaktif, Jakarta - Isu dunia bakal kiamat pada 2012 karena akan ditabrak planet Nibiru, yang menghebohkan dunia termasuk Indonesia gara-gara film yang mulai diputar pekan ini, dibantah lembaga antariksa Amerika Serikat, NASA.

Film "2012" mulai diputar pekan ini di seluruh dunia, termasuk Jakarta, dengan kisah kehancuran dunia pada 2012 akibat kedatangan planet raksasa Nibiru.

Pemasaran film itu dibuat dengan sangat spektakuler dan menyakinkan, termasuk membuat situs palsu "Institute for Human Continuity" yang telah menilai ancaman kelangsungan hidup manusia selama 25 tahun.

Sejumlah infotainment di Indonesia pun dengan semangat bercerita tentang keberadaan planet Nibiru yang bakal menghantam dunia pada 2012. Mereka, seperti dalam film, juga mengkaitkan dengan kalendar Maya yang bakal memasuki akhir masa--seperti akhir tahun di kalender bangsa lain--pada 2012.

Akibat kepanikan ini, lembaga antariksa yang dianggap paling bagus di dunia, NASA, mendapat ribuan surat mempertanyakan kebenaran planet Nibiru itu. Begitu banyak pertanyaan sampai akhirnya NASA membuat situs khusus yang membantah bakal ada bencana besar pada 2012.

Dalam situs resminya, NASA mengatakan isu kiamat 2012 itu dimulai karena Nibiru--planet yang disebut ditemukan bangsa Sumeria--sedang bergerak ke arah Bumi. Saat berada di dekat bumi itu, kehadirannnya membuat bencana besar.

Bencana ini, oleh peramalnya, semula disebut akan terjadi pada Mei 2003. "Tapi saat kiamat tidak terjadi saat itu, tanggal digeser menjadi Desember 2012," ungkap NASA.

Dongengan Nibiru ini kemudian digabung dengan cerita bahwa kalendar suku Maya akan berakhir pada akhir 2012. Menurut NASA, kalendar Maya memang sangat panjang dan berakhir pada 2012. Tapi kalendar itu tidak berbeda dengan kalendar Masehi yang berakhir 31 Desember dan mulai lagi pada 1 Januari. Jadi, nantinya kalendar Maya berakhir 2012 itu akan mulai lagi tanggal satunya.

Dalam teori kiamat itu, juga disebut bahwa posisi bumi, matahari, dan pusat galaksi Bima Sakti bakal dalam satu garis lurus. Menurut NASA, "Setiap Desember, Bumi dan matahari dalam satu garis lurus dengan pusat Galaksi Bima Sakti tapi kejadian tahunan itu tidak ada dampak apapun."

NASA juga menambahkan soal teori planet bernama Nibiru, Planet X, atau Eris yang akan mendekati bumi dan menciptakan bencana. Dalam situs resminya, NASA mengatakan, "Niburu dan cerita tentang planet yang mendekat itu bualan Internet." Nasa mengatakan tidak ada dasar fakta yang menjadikan cerita itu dipercaya.

"Jika Nibiru atau Planet X itu nyata dan bergerak menuju Bumi pada 2012, astronom akan bisa melacak setidaknya sejak 10 tahun lalu dan sekarang sudah bisa terlihat dengan mata telanjang," katanya.

Satu-satunya yang agak benar adalah soal Planet Iris. Tapi itu planet kecil seperti Pluto dan terus bergerak di garis orbit di luar. Ia tidak mendekati bumi.

Teori lain yang diributkan adalah poros bumi akan berpindah. Menurut NASA, tidak mungkin rotasi bumi berbalik arah putaran.

Soal bumi bakal dihantam oleh komet atau asteroid raksasa, menurut NASA, memang mungkin terjadi. Tapi, pada 2012 tidak ada tanda-tanda. Jika ada asterorid raksasa atau komet bakal menabrak, manusia akan melihat bertahun-tahun sebelumnya.

Tabrakan besar benda langit dengan bumi terjadi pada 65 juta tahun silam dan mengakibatkan dinosaurus punah. NASA selalu mengamati jika ada benda langit berbahaya. "Kami sudah memastikan tidak ada asteroid berbahaya sebesar yang memunahkan dinosaurus," ungkap NASA.

Soal badai matahari besar pada 2012? NASA mengungkapkan bahwa setiap 11 tahun ada badai matahari besar dan kadang menyebabkan kerja satelit terganggu. Tapi satelit sekarang sudah sanggup menghadapi badai matahari. Yang jelas, ungkap NASA, "Tidak ada risiko khsusu terkait 2012."

Badai matahari berikutnya bakal terjadi pada sekitar 2012-2014 dan itu badai matahari biasa. "Tidak berbeda dengan badai yang sebelumnya ada," ungkap NASA.

Kiamat dan Bangsa Maya

Pada kalender yang dibuat oleh bangsa Maya, 21 Desember 2012 adalah akhir dari perhitungan kalender tersebut, dan, selama ini kalender bangsa Maya tidak terbukti keakuratannya. Sehingga, banyak orang tidak percaya bahwa tanggal tersebut, hari kiamat akan datang dan semua umat manusia akan musnah.

Baca Selengkapnya...

Sabtu, 07 November 2009

Siapakah Evan Brimob?

Siapakah Evan Brimob? Pertanyaan itu sekarang sedang banyak menggelitik komunitas dunia maya. Di sini saya tidak akan mengenalkan siapa sosok yang sedang dicari banyak orang tersebut (berdasarkan pantauan google) tapi mencoba mengutip beberapa berita tentang evan brimob dari detik.net

Pada 7 hari terakhir ini evan brimob menjadi penelusuran paling melejit pada google. Seperti ditunjukkan pada gambar di bawah ini.




Terlihatsekali penelusuran evan brimob yang cukup melejit, dan pada penulisan posting ini pun berita tentang evan brimob ada di detik.net seperti dikutip di bawah ini:

Evan Brimob Jadi Bulan-bulanan Dedemit Maya
Ardhi Suryadhi - detikinet

- Kekesalan dedemit maya terhadap Evan Brimob -- pengguna Facebook kontroversial -- ternyata belum padam meski ia telah minta maaf. Aksi balas dendam pun dikobarkan dengan cara khas peretas.

Yakni dengan membuat Evan jadi bulan-bulanan di sebuah situs yang mereka bobol. Kebetulan, situs yang menjadi 'tumbal' adalah milik Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP).

Dalam situs yang beralamat di www.rspp.co.id tersebut, foto Evan yang belakangan ternyata benar seorang anggota brimob, dipampang besar-besar dan dibuat layaknya sebuah target operasi.

Foto lain menampilkan gambar Evan yang sudah dipermak dengan diberi lipstik dan alis berwarna pink serta diberi nama 'banci kaleng'. Kedua foto sepertinya diambil dari account Facebook korban.

"SALUT BUAT BRO EVAN SUDAH BERANI DENGAN MASYARAKAT INDONESIA YANG MEMBAYAR GAJI ANDA.....SEBAGAI PENGHARGAAN AKAN KAMI KIRIM KARANGAN BUNGA DUKA CITA BERIKUT PETI JENAZAHNYA.............BONUS KUBURAN BESERTA TANAHNYA,,,," ketus sang pelaku dalam halaman situs RSPP tersebut.

Gambar terakhir yang ditampilkan cracker adalah kepalan tangan disertai tulisan yang mengatakan masih belum memaafkan Evan meski ia telah minta maaf. "KAGAK ADA KATA MAAP BUAT LO...," pungkasnya.

Evan Brimob sebelumnya mungkin pengguna Facebook yang biasa-biasa saja. Sampai suatu ketika, dirinya memancing sensasi terkait kasus KPK versus Polisi dengan membuat status Facebook yang menantang, "Polri gak butuh masyarakat tapi masyarakat yang butuh polri... maju terus kepolisian indonesia telan hidup2 cicak kecil," tulisnya di Facebook.
( ash / faw )
Gara-Gara 'Evan Brimob', Situs Polri Jadi Korban Dedemit Maya
Shohib Masykur - detikinet
dedemit maya mengerjai sosok 'Evan Brimob' juga sampai ke situs resmi lembaga tempat Evan bergabung. Ya, situs Polri.go.id ikut jadi korban serbuan itu.

Di situs itu terpasang foto Evan disertai tulisan yang cukup kasar. Misalnya, Evan disamakan dengan 'sampah masyarakat' dan juga disebut sebagai 'waria'.

Dari pantauan detikcom, Sabtu (7/11/2009) pukul 05.30 WIB, foto beserta tulisan itu muncul di situs resmi Polri, di bagian regular news. Waktu posting yang tercatat adalah tanggal 6 Oktober 2009 pukul 21.01 WIB oleh Wawan Hermansyah.

Di bawah foto Evan yang persis seperti foto di Facebook itu terdapat link berita berjudul 'Klarifikasi Kapolri terhadap penanganan dua Pimpinan KPK non-aktif Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah.' Sementara di sebelah kanan foto terpampang foto-foto para buronan polisi yang muncul secara bergantian.

Sosok 'Evan Brimob' jadi sasaran aksi dedemit maya karena status yang dituliskannya di situs jejaring sosial Facebook. Ia menulis: "Polri gak butuh masyarakat, tapi masyarakat yg butuh Polri. Maju terus kepolisian Indonesia, telan hidup2 cicak kecil.."

Belakangan Evan sudah meminta maaf dan bahkan sudah diperiksa dengan kemungkinan dijatuhi sanksi internal. 'Evan Brimob' merupakan anggota Kepolisian Daerah Sumatera Selatan (Polda Sumsel).

( wsh / wsh )
'Evan Brimob' Jadi Sasaran Serangan 2 in 1
Wicak Hidayat - detikinet
masyarakat memuncak akibat kisruh Polri - KPK. Sosok 'Evan Brimob' pun jadi tumbal aksi dedemit maya. Salah satu bentuk serangan dedemit maya itu ternyata 2 in 1, artinya dengan satu serangan dua situs sekaligus yang jadi korban.

Hal itu dikemukakan pembaca detikINET, Muhammad Ibrahim, lewat email yang diterima, Sabtu (7/11/2009). Menurut Ibrahim, serangan terjadi pada situs Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP) dan situs Perkumpulan Rumah Sakit Indonesia (Persi).

Mantan admin situs Teknik Sipil Universitas Gajah Mada, Yogyakarta, ini mengatakan terkejut dengan gelombang protes terhadap sosok 'Evan Brimob' yang sampai ke aksi deface.

Serangan 2 in 1, ujarnya, bisa terjadi karena kedua situs itu punya hubungan erat. Ibrahim menyebut nama salah satu penyelenggara jasa internet sebagai tempat hosting dua situs itu.

Bahkan, lanjut Ibrahim, kedua situs itu memiliki alamat Internet Protocol yang sama. Sehingga kemungkinannya memang satu serangan itu langsung bisa mengenai dua situs sekaligus.

Ibrahim berharap aksi deface itu tidak terus-menerus berlarut-larut. Ia pun mengimbau admin situs bisa lebih baik dalam menjaga keamanan situs yang dikelolanya.

"Kiranya admin segera mem-patch webserver Apache versi 2.2.8 yang running di atas Linux Ubuntu tersebut," tandasnya.

Evan Brimob adalah sosok yang membuat pernyataan konyol di situs jejaring sosial Facebook. Pernyataannya, yang berbunyi 'Polri gak butuh masyarakat tapi masyarakat yang butuh polri... maju terus kepolisian indonesia telan hidup2 cicak kecil', itu mengundang protes dari komunitas dunia maya.


( wsh / wsh )

Baca Selengkapnya...

My farmville final level




Farmville

Baca Selengkapnya...

.:: Malang Joint Campus ::.